Translate

Senin, 13 Agustus 2012

Sabda Rasulullah SAW tentang Akhlak

 Untuk keamanan, kebahagiaan dan kedamaian hidup di dunia dan Akhirat, manusia perlu model atau contoh untuk diikuti. Justru manusia, meskipun telah ALLAH bekalkan fitrah ingin mencintai dan dicintai tidak akan dapat melakukannya dengan sempurna jika tidak ada contoh. Begitulah rahmat dan kasih sayang ALLAH. Selalu menunjukkan jalan-jalan keselamatan buat hamba-hamba-Nya. Tinggal lagi apakah manusia itu mau atan tidak mau mencontoh, itu saja.

Maka atas dasar itu dengan rahmat ALLAH, Dia telah mengutus seorang manusia bernama Muhammad bin Abdullah sebagai Rasul-Nya di atas muka bumi ini 1400 tahun yang lampau. ALLAH telah melengkapi Rasul itu dengan sifat yang sempurna lahir dan batin. ALLAH telah memelihara pribadinya dari kesalahan dan cacat-cela, agar dia menjadi contoh yang agung kepada manusia lain.

Dengan segala pemeliharaan itu maka jadilah Rasulullah SAW manusia yang paling tinggi akhlaknya. Apakah akhlak dengan ALLAH maupun akhlak sesama manusia.

Oleh itu tidak heran jika ALLAH sendiri memuji Rasulullah SAW dalam Al Quran dengan firman-Nya:
"Sesungguhnya engkau (Muhammad) memiliki akhlak yang sangat agung." (Al Qalam: 4)

Al hasil, terbentuklah Rasulullah SAW itu sebagai insan kamil yang menjadi lambang segala kebaikan. Nabi Muhammadlah manusia yang paling sempurna. Seluruh himpunan sifat baik telah dipakaikan oleh ALLAH pada diri Rasulullah SAW. Itulah gambaran betapa kasih dan sayangnya Rasulullah SAW kepada seluruh makhluk.Bukan saja kepada manusia bahkan juga kepada binatang. Bukan saja kepada orang Islam tetapi juga kepada yang bukan Islam. Maka atas dasar itulah Allah SWT telah menegaskan dalam Al Quran bahwa kedatangan Rasulullah SAW itu adalah sebagai pembawa rahmat.

Firman ALLAH:
"Dan tidak Kami mengutus engkau (Muhammad) melainkan untuk rahmat bagi semesta alam." (Al Anbia: 107).

Rasulullah SAW juga pernah bersabda:
"Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan kemuliaan akhlak manusia." (Riwayat Malik)

Di sini saya hanya ingin menggambarkan tentang kasih sayang, yaitu satu aspek dari akhlak Rasulullah SAW yang sangat perlu untuk manusia. Setidaknya untuk keselamatan mereka di dunia walaupun tidak di Akhirat. Kasih sayang Rasulullah SAW terhadap manusia tidak ada tandingannya. Mari kita lihat bukti bagaimana dan betapa kasih sayang Rasulullah SAW melalui dua sudut.

Jika kita membaca Al 'Quran dan meneliti Hadis Rasulullah SAW, maka kita akan temukan betapa Rasulullah SAW itu sangat pengasih sekalipun pada anak kecil atau binatang. Di antara ayat Quran yang menunjukkan betapa tingginya rasa kasih Rasulullah SAW itu adalah saat Allah SWT berfirman:

"Telah datang kepadamu seorang rasul dari kalangan kamu sendiri. Berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang Mukmin." (At Taubah: 128) Dalam ayat yang lain Allah SWT telah berfirman: "Maka dengan rahmat Allah-lah kamu dapat berlaku lemah-lembut dan kasih sayang pada mereka." (Ali Imran: 159) Allah berfirman lagi: "Dan jikalau kamu kasar dan berkeras hati niscaya mereka akan menjauhkan diri darimu. "(Ali Imran: 159) Di antara Hadis yang menunjukkan betapa besarnya kasih sayang Rasulullah SAW adalah: "Barang siapa yang tidak mengasihi manusia, dia tidak dikasihi ALLAH." (Riwayat At Termizi) " Kasihilah siapa saja yang ada di bumi niscaya akan mengasihi siapa-siapa saja (malaikat) yang di langit. " (Riwayat Abu Daud) "Sebaik-baik manusia adalah orang yang memberi manfaat pada manusia (termasuk meratakan kasih sayang). Sebaik-baik manusia adalah mereka yang paling baik akhlaknya (kasih sayang kepada orang lain). " (Riwayat At Tabrani) "berbaktilah kepada kedua orang tua kamu, maka akan. berbakti anak-anak kamu ke kamu (termasuk memberi kasih sayang)." (Riwayat Al Hakim) "Sesungguhnya orang yang paling dekat dengan tempatku di antara kamu adalah yang paling cantik akhlaknya, mereka menghormati orang lain dan mereka senang bergabung dan dimesrai. Orang Mukmin itu adalah yang mudah bersahabat dan dimesrai, dan tiada kebaikan pada mereka yang tidak bisa bergabung dan dimesrai. Dan sebaik-baik manusia adalah yang banyak memberi manfaat kepada manusia. " (Riwayat Al Hakim dan Al Baihaqi) "Siapa yang tidak mengasihi orang kecil kami, sedangkan dia tahu kewajiban sebagai orang besar kami maka bukanlah dia dari golongan kami." (Riwayat Al Bukhari) "Siapa yang berbuat baik (beri kasih sayang) kepada anak yatim lelaki atau perempuan, adalah aku dan dia di dalam surga seperti dua ini (ditampilkan dua jarinya yang dirapatkan)." (Riwayat Al Hakim) "Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah orang yang paling baik akhlaknya. "(Riwayat Abu Dawud, Ahmad dan At-Tirmidzi) "Penyebab utama masuknya manusia ke surga adalah bertakwa kepada Allah dan kebaikan akhlaknya. "(Riwayat At-Tirmidzi dan Ibnu Majah) "Sesungguhnya orang yang paling aku cintai dan paling dekat tempat duduknya dari pada hari kiamat adalah orang yang paling baik akhlaknya." (Riwayat At-Tirmidzi) "Saya menjamin sebuah rumah yang paling tinggi tingkatannya di sorga untuk orang-orang yang berbudi pekerti. "(Riwayat At-Tirmidzi) "Sesungguhnya orang mukmin dengan akhlaknya yang baik akan mendapatkan posisi yang sama dengan orang yang (rajin) melaksanakan puasa dan shalat malam. "(Riwayat Abu Dawud) "Barangsiapa yang menghindari perdebatan dalam kondisi ia bersalah niscaya Allah akan membangun untuknya sebuah rumah di sekitar surga. Barangsiapa yang menghindari perdebatan dalam kondisi ia benar niscaya Allah akan membangun untuknya sebuah rumah di tengah-tengah surga. Dan barangsiapa yang baik akhlaknya niscaya Allah akan membangun untuknya sebuah rumah di ketinggian surga. (HR.Abu Dawud, Ath-Tirmidzi, Ibnu Majah dan Al-Baihaqi). Rasulullah saw bersabda, maksudnya: "Manusia yang paling dikasihi Allah adalah orang yang memberi manfaat kepada orang lain dan amalan yang paling disukai oleh Allah adalah menyenangkan hati orang-orang Islam atau menghilangkan kesusahan darinya atau menunaikan kebutuhan hidupnya di dunia atau memberi makan orang yang lapar. Perjalananku bersama saudaraku yang muslim untuk menunaikan hajatnya, adalah lebih aku sukai dari aku beri'tikaf di dalam masjid ini selama sebulan, dan siapa yang menahan amarahnya sekalipun ia mampu untuk membalasnya niscaya Allah akan memenuhi keredhaannya di dalam hatinya pada hari kiamat, dan siapa yang berjalan bersama-sama saudaranya yang Islam untuk memenuhi kebutuhan saudaranya itu sampai selesai hajatnya niscaya Allah akan tetapkan kakinya (ketika melalui pada hari kiamat) dan sesungguhnya akhlak yang buruk akan merusak amal seperti cuka merusak madu. "(Riwayat Ibnu Abi Dunya)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar